Kepolisian Daerah Riau dan penyidik menunjukkan seekor bayi Orang utan (Pongo abelii) yang disita dari sindikat perdagangan satwa liar saat gelar perkara di Markas Direktorat Reskrimsus (Ditreskrimsus) Polda Riau, Pekanbaru, Riau, 9 November 2015. TEMPO/Riyan Nofitra

Kepolisian Daerah Riau dan penyidik menunjukkantiga ekor bayi Orang utan (Pongo abelii) yang disita dari sindikat perdagangan satwa liar saat gelar perkara di Markas Direktorat Reskrimsus (Ditreskrimsus) Polda Riau, Pekanbaru, Riau, 9 November 2015. Tiga bayi orang utan tersebut berusia 6 hingga 12 bulan. TEMPO/Riyan Nofitra

Penyidik Ditreskrimsus Polda Riau menunjukkan seekor bayi Orang utan (Pongo abelii) saat gelar perkara di Markas Direktorat Reskrimsus (Ditreskrimsus) Polda Riau, Pekanbaru, Riau, 9 November 2015. Sindikat perdagangan satwa liar membawa tiga bayi Orang Utan tersebut dari habitatnya di AcehTEMPO/Riyan Nofitra

Penyidik menunjukkan seekor bayi Orang utan (Pongo abelii) saat gelar perkara di Markas Direktorat Reskrimsus (Ditreskrimsus) Polda Riau, Pekanbaru, Riau, 9 November 2015. Bayi orang utan tersebut akan dijual kepada pembeli di Kota Pekanbaru dengan harga Rp25 juta per ekor. TEMPO/Riyan Nofitra

Tiga bayi orang utan asal Aceh berhasil digagalkan Kepolisian Daerah Riau dari tangan tiga penyelundup, di Palas, Pekanbaru. 9 November 2015. TEMPO/Riyan Nofitra