Petugas Pengamanan Dalam berjaga di depan pintu saat berlangsungnya penggeledahan oleh Penyidik KPK di ruang sekretariat komisi V DPR, Gedung Nusantara II, Jakarta, 15 Januari 2016. Penggeledahan tersebut terkait kasus dugaan korupsi proyek jalan di Ambon. TEMPO/Dhemas Reviyanto

Penyidik menggeledah ruang sekretariat komisi V DPR di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 15 Januari 2016. Kasus dugaan korupsi proyek jalan di Ambon ini melibatkan Anggota Komisi V dari Fraksi PDI Perjuangan, Damayanti Wisnu Putranti. TEMPO/Dhemas Reviyanto

Penyidik KPK dikawal polisi sebelum menggeledah ruang sekretariat komisi V DPR di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 15 Januari 2016. TEMPO/Dhemas Reviyanto

Penyidik KPK berjalan menuju ruang sekretariat komisi V DPR untuk melakukan penggeledahan di Gedung Nusantara II, Jakarta, 15 Januari 2016. TEMPO/Dhemas Reviyanto

Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PDIP, Damayanti Wisnu Putranti (DWP) mengenakan baju tahanan seusai diperiksa di KPK, Jakarta, 15 Januari 2016. KPK menahan DWP dan tiga orang lainnya karena diduga menerima suap proyek di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. ANTARA/Reno Esnir

Ketua KPK, Agus Raharjo (kanan), didampingi Plt. Jubir KPK, Yuyuk Andriati Iskak (kiri), memberi keterangan pers tentang hasil OTT di Gedung KPK, Jakarta, 14 Januari 2016. KPK berhasil mengamankan barang bukti 99 ribu Dolar Singapura dari total komitmen sebesar 404 ribu Dolar Singapura. ANTARA/Reno Esnir