Seorang ilmuwan menggunakan bioprinter prototipe 3D yang mampu mereplikasi kulit manusia untuk transplantasidi kosmetik, industri kimia dan farmasi Carlos III University di Getafe, Spanyol, 2 Februari 2017. REUTERS/Sergio Perez

Contoh kulit manusia yang diperoleh dari bioprinter prototipe 3D berada dalam wadah di Carlos III University di Getafe, Spanyol, 2 Februari 2017. REUTERS/Sergio Perez

Seorang ilmuwan menggunakan mikroskop untuk memeriksa sampel kulit manusia diperoleh dari bioprinter prototipe 3D di Carlos III University di Getafe, Spanyol, 2 Februari 2017. REUTERS/Sergio Perez

A scientist works in a container with human skin obtained from a 3D bioprinter prototype at Carlos III University in Getafe, Spain, February 2, 2017. Picture taken Seorang ilmuwan menaruh kulit manusia diperoleh dari bioprinter prototipe 3D ke dalam wadah di Carlos III University di Getafe, Spanyol, 2 Februari 2017. REUTERS/Sergio Perez

Seorang ilmuwan mengelola bioprinter prototipe 3D yang mampu mereplikasi kulit manusia untuk pertama kalinya di kosmetik, industri kimia dan farmasi Carlos III University di Getafe, Spanyol, 2 Februari 2017. REUTERS/Sergio Perez

Sebuah bioprinter prototipe 3D, untuk pertama kalinya mampu mereplikasi kulit manusia yang dapat digunakan untuk transplantasi di industri kosmetik, kimia dan farmasi di Carlos III University di Getafe, Spanyol, 2 Februari 2017. REUTERS/Sergio Perez