Seorang pengrajin tenun sedang menyelesaikan proses mengelompokan benang untuk membentuk motif kain tenun di Kampung Padadita, Mondu, Kanatang, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, 23 Maret 2017. Kain tenun yang diproses menggunakan pewarna alam tersebut menjadi cindera mata menarik bagi wisatawan asing. TEMPO/Pius Erlangga

Seorang pengrajin tenun sedang menyelesaikan proses mengelompokan benang untuk membentuk motif kain tenun di Kampung Padadita, Mondu, Kanatang, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, 23 Maret 2017. Kain tenun yang diproses menggunakan pewarna alami membutuhkan waktu hingga berbulan-bulan. TEMPO/Pius Erlangga

Seorang pekerja memberikan warna benang yang sudah diwarnai sebagai bahan dasar pembuat kain tenun di Desa Lambanapu, Kecamatan Kambera, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, 24 Maret 2017. Bahan pewarna alami yang digunakan berasal dari kayu maklura, kayu mahoni, dan kulit pohon bakau. TEMPO/Pius Erlangga

Seorang pekerja menjemur benar yang sudah diwarnai sebagai bahan dasar pembuat kain tenun di Desa Lambanapu, Kecamatan Kambera, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, 24 Maret 2017. Bahan pewarna alami yang digunakan berasal dari kayu maklura, kayu mahoni, dan kulit pohon bakau. TEMPO/Pius Erlangga