Selasa, 17 September 2019

Bupati non-aktif Kutai Kartanegara, Rita Widyasari (kedua kanan), berswafoto dengan para pendukungnya sebelum sidang perdana di Pengadilan Tipikor, Jakarta, 21 Februari 2018. Sidang digelar dengan agenda pembacaan dakwaan. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Terdakwa Rita Widyasari (tengah), mengikuti sidang pembacaan dakwaan, di Pengadilan Tipikor, Jakarta, 21 Februari 2018. Rita didakwa Jaksa Penuntut Umum KPK telah menerima gratifikasi sebesar Rp 436 miliar. TEMPO/Imam Sukamto

Terdakwa Rita Widyasari, setelah mengikuti sidang pembacaan dakwaan, di Pengadilan Tipikor, Jakarta, 21 Februari 2018. Gratifikasi tersebut terkait pemberian izin lokasi inti dan plasma perkebunan kelapa sawit di Desa Kupang Baru, Kutai Kartanegara. TEMPO/Imam Sukamto

Terdakwa Rita Widyasari berjalan keluar seusai menjalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor, Jakarta, 21 Februari 2018. Sidang digelar dengan agenda pembacaan dakwaan terhadap Bupati nonaktif Kutai Kartanegara Rita Widyasari. ANTARA

Terdakwa Bupati Kutai Kartanegara nonaktif Rita Widyasari, mengikuti sidang pembacaan dakwaan, di Pengadilan Tipikor, Jakarta, 21 Februari 2018. Dugaan gratifikasi ini melibatkan PT Sawit Golden Prima. TEMPO/Imam Sukamto

Terdakwa Bupati Kutai Kartanegara nonaktif Rita Widyasari, sebelum mengikuti sidang pembacaan dakwaan, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, 21 Februari 2018. TEMPO/Imam Sukamto