Senin, 23 Juli 2018

Boeing B-17 Flying Fortress, Memphis Belle dipamerkan untuk pertama kali di Museum Nasional Angkatan Udara AS, di Dayton, Ohio, 16 Mei 2018. Bomber Perang Dunia II ini dipamerkan untuk pertama kalinya usai mendapatkan restorasi selama bertahun-tahun di museum. (AP Photo/John Minchillo)

Pengunjung melihat Boeing B-17 Flying Fortress, Memphis Belle saat dipamerkan di Museum Nasional Angkatan Udara AS, di Dayton, Ohio, 16 Mei 2018. Memphis Belle adalah sebuah pesawat pengebom pengintai (reconnaissance aircraft) sayap rendah (low wing) Amerika Serikat, yang dibuat untuk Pasukan Udara Angkatan Darat Amerika Serikat (US Army Air Corps). (AP Photo/John Minchillo)

Sejumlah veteran ikut menghadiri Boeing B-17 Flying Fortress, Memphis Belle saat dipamerkan di Museum Nasional Angkatan Udara AS, di Dayton, Ohio, 16 Mei 2018. Memphis Belle terbang perdana pada tanggal 28 Juli 1935, dan dipensiunkan tahun 1968, dengan lebih dari 12.000 Flying Fortress diproduksi. (AP Photo/John Minchillo)

Robert K. Morgan, Jr., putra dari pilot Memphis Belle, berpose di dekat pesawat Boeing B-17 Flying Fortress, Memphis Belle saat dipamerkan di Museum Nasional Angkatan Udara AS, di Dayton, Ohio, 16 Mei 2018. Dahulu, pesawat Memphis Belle digunakan sebagai pengebom strategis pada Perang Dunia II melawan Jerman Nazi. (AP Photo/John Minchillo)

Pesawat Boeing B-17 Flying Fortress, Memphis Belle saat dipamerkan di Museum Nasional Angkatan Udara AS, di Dayton, Ohio, 16 Mei 2018. Dalam Perang Dunia II, Flying Fortress menjatuhkan lebih dari 500.000 ton bom di Eropa. (AP Photo/John Minchillo)

Pengunjung melihat pameran pesawat Boeing B-17 Flying Fortress, Memphis Belle di Museum Nasional Angkatan Udara AS, di Dayton, Ohio, 16 Mei 2018. (AP Photo/John Minchillo)