Orang-orang menghadiri upacara pemakaman bagi para korban serangan masjid, di Memorial Park Cemetery di Christchurch, Selandia Baru, Rabu, 20 Maret 2019. Jasad para korban penembakan massal masjid di Selandia Baru diusung dalam peti mati terbuka dalam pemakaman kloter pertama hari ini. REUTERS/Jorge Silva

Orang-orang menghadiri upacara pemakaman bagi para korban penembakan di masjid, di Memorial Park Cemetery di Christchurch, Selandia Baru, Rabu, 20 Maret 2019. Peristiwa terorisme tersebut menewaskan 50 jemaah Salat Jumat dan melukai 50 lainnya. REUTERS/Jorge Silva

Kerabat menghadiri upacara pemakaman bagi para korban penembakan di masjid, di Memorial Park Cemetery di Christchurch, Selandia Baru, Rabu, 20 Maret 2019. Pihak berwenang baru mengembalikan jasad korban ke keluarga untuk dimakamkan. REUTERS/Jorge Silva

Masyarakat bergegas menghadiri upacara pemakaman bagi para korban penembakan di masjid, di Memorial Park Cemetery di Christchurch, Selandia Baru, Rabu, 20 Maret 2019. Seorang WNI bernama Lilik Abdul Hamid menjadi salah satu korban tewas. REUTERS/Jorge Silva

Orang-orang menghadiri upacara pemakaman bagi para korban penembakan di masjid, di Memorial Park Cemetery di Christchurch, Selandia Baru, Rabu, 20 Maret 2019. Pihak berwenang baru mengembalikan jasad korban ke keluarga untuk dimakamkan. REUTERS/Jorge Silva

Polisi bersenjata berjaga saat upacara pemakaman bagi para korban penembakan di masjid, di Memorial Park Cemetery di Christchurch, Selandia Baru, Rabu, 20 Maret 2019. Selain itu dua WNI bernama Zulfirmansyah dan anaknya menjadi korban luka dalam peristiwa tersebut. REUTERS/Jorge Silva