Seorang petugas laboratorium melakukan uji coba bakteri yang dipercaya dapat mengurangi penyebaran virus melalui nyamuk dan virus Zika ke manusia di Eliminate Dengue Program (EDP), Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, 5 Februari 2016. Di REUTERS/Darren Whiteside

Seorang sukarelawan memberi makan nyamuk untuk melakukan penelitian di Eliminate Dengue Program (EDP), Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, 5 Februari 2016. REUTERS/Darren Whiteside

Adi Utarini, pemimpin proyek Eliminate Dengue Program (EDP), berpose didalam ruangan saat membawa bakteri Wolbachia di Yogyakarta, 5 Februari 2016. REUTERS/Darren Whiteside

Seorang sukarelawan rela tangannya digigit nyamuk untuk melakukan penelitian di Eliminate Dengue Program (EDP), Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, 5 Februari 2016. Zika menyebar di kawasan Amerika Latin, dikaitkan dengan microcephaly atau kelahiran bayi dengan ukuran otak lebih kecil. REUTERS/Darren Whiteside

Seorang petugas laboratorium melakukan uji coba bakteri yang dipercaya dapat mengurangi penyebaran virus melalui nyamuk dan virus Zika ke manusia di Eliminate Dengue Program (EDP), Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, 5 Februari 2016. Di Brasil sebanyak 4.000 bayi lahir dengan microcephaly, yang mampu menghambat perkembangannya. REUTERS/Darren Whiteside

Seorang petugas laboratorium mengumpulkan nyamuuk lokal untuk dilakukan pengujian bakteri yang dipercaya dapat mengurangi penyebaran virus melalui nyamuk dan virus Zika ke manusia di Eliminate Dengue Program (EDP), Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, 5 February 2016. Virus Zika menjadi mimpi buruk warga Brasil, dimana lebih dari 4.000 bayi lahir dengan microcephaly. REUTERS/Darren Whiteside