Terpidana kasus pelanggaran Undang-undang Transaksi dan Informasi Elektronik (UU ITE), Baiq Nuril Maknun menyeka air mata saat menjawab pertanyaan wartawan pada Forum Legislasi bertema "Baiq Nuril Ajukan Amnesti , DPR Setuju?" di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu, 10 Juli 2019. Baiq Nuril adalah korban pelecehan seksual yang justru dipidana dengan tuduhan melanggar Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik. ANTARA

Menkumham Yasonna Laoly (kiri) berbincang bersama anggota DPR fraksi PDI Perjuangan Rieke Diah Pitaloka (kanan) dan Baiq Nuril usai melakukan pertemuan di Kemenkumham, Jakarta, Senin, 8 Juli 2019. Demi memperjuangakan amnesti terkait kasus yang menimpanya, Baiq harus menemui beberapa petinggi lembaga mulai dari Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) hingga DPR. ANTARA

Baiq Nuril menahan tangis saat membacakan surat untuk Presiden Joko Widodo di kantor Staf Kepresidenan (KSP) di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 15 Juni 2019. Kala itu, kedatangan Baiq Nuril di KSP guna membawa 1.000 surat dukungan untuk Jokowi memberi amnesti kepadanya. TEMPO/Subekti.

Baiq Nuril menyampaikan tanggapan sembari mengusap kepala anaknya dalam rapat pleno Komisi III DPR terkait surat persetujuan amnesti di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa, 23 Juli 2019. Selama memperjuangkan amnesti, mantan guru honorer SMA Negeri 7 Mataram ini didampingi anggota DPR fraksi PDI Perjuangan Rieke Diah Pitaloka. ANTARA

Ekspresi Baiq Nuril saat menyaksikan menyaksikan rapat kerja Komisi III DPR dengan Menkumham di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 24 Juli 2019. Komisi Hukum DPR sepakat memberi pertimbangan kepada Presiden Joko Widodo untuk mengabulkan amnesti yang mereka ajukan. ANTARA

Baiq Nuril melakukan sujud syukur bersama anaknya saat menyaksikan rapat paripurna masa persidangan V tahun sidang 2018-2019 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 25 Juli 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis